Puasa Zat Anti Penuaan

Ramadan sudah tiba, sebulan kita berpuasa. Selain yang diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadan yang mulia ini, ramai memilih untuk berpuasa lagi seperti puasa enam Syawal di bulan Zulkaedah, puasa sunat di bulan Zulhijjah, puasa sunat Muharam dan puasa sunat bulan Rejab. Dan banyak lagi puasa-puasa sunat seperti Isnin dan Khamis, puasa tiga hari daripada tiap-tiap bukan pada 13,14, dan 15.

Berpuasa demi memperolehi lebih banyak lagi pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT.  Dan puasa juga memberi terlalu banyak manfaat pada anggota badan, di mana

zat anti penuaan yang diperolehi saat berpuasa. Ahli sains mendapati adanya peningkatan produksi 44 jenis zat selama aktiviti metabolisma. Tiga daripada semua jenis zat tersebut adalah leucine, isoleucine, dan asam ophthalmic, diketahui memiliki kesan anti penuaan bagi tubuh. Zat tersebut bermanfaat untuk memelihara otot, memberi kesan awet muda, dan membantu umur panjang. 

Peningkatan produksi zat metabolisme tersebut adalah sebesar 1,5-60 kali lipat, dibanding ketika tidak berpuasa. Sebelumnya, para saintis menemukan sekitar 30 zat metabolisme yang produksinya meningkat selama puasa. Kesan lain yang diberikan puasa terkait metabolisme tubuh adalah pada zat purin dan pirimidin, yang memiliki peranan  penting dalam ekspresi gen dan sintesis protein. 

Selain itu, zat asam nukleotida juga banyak dihasilkan saat metabolisme selama puasa tidak hanya membantu setiap sel berfungsi optimal, tetapi juga meningkatkan produksi zat antioksidan dalam tubuh. Perlu diketahui bahwa antioksidan adalah zat yang penting dalam melindungi sel-sel tubuh daripada radikal bebas, yang berisiko menurunkan fungsi-fungsi dalam tubuh. 

Penyerapan Nutrisi Makanan yang Baik bagi Kulit Lebih Maksimal

Selama berpuasa, tubuh tidak memproses makanan dan minuman dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga usus besar pun jadi lebih bersih dibanding biasanya. Hal ini membuat kemampuan usus dalam menyerap nutrisi daripada makanan pun akan jadi lebih maksimal ketika berbuka puasa. 

Nutrisi yang diserap maksima ini, selain baik bagi kesihatan tubuh secara keseluruhan, juga akan nampak baik bagi kesihatan kulit. Kerana itu  anda digalakkan memilih menu makanan bergizi seimbang ketika sahur dan berbuka puasa. 

Selain itu, puasa juga sebaik cara detox, kerana ia untuk menyingkir kan racun-racun dan zat yang tidak baik bagi tubuh. Puasa juga membantu mengurangi masalah pada kulit. Sebab, beberapa masalah kulit yang terjadi kerana ketidakseimbangan hormon, seperti misalnya jerawat, bisa diatasi dengan berpuasa.

Awet Muda Berkat Hormon Saat Puasa

Berpuasa ternyata boleh membuat tubuh jadi awet muda. Kerana peningkatan sel,  kulit jadi cantik dan berpuasa juga membantu khususnya mitokondria, yaitu organel (bagian dalam sel) yang berfungsi memecah karbohidrat dan asam lemak, serta memberi energi pada sel.

Dengan berpuasa, organ di dalam badan dapat terhindar daripada homeostasis yang berkaitan dengan penuaan bahagian tubuh. Puasa dapat memperbaiki proses penuaan jika mitokondria tidak menjadi tua lalu sel-sel pun akan tampak lebih muda.

Rutin berpuasa juga dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon pertumbuhan. Seluruh hormon tersebut memiliki hubungan yang erat dengan proses penuaan. Jadi, secara tidak langsung membuat seseorang cenderung lebih awet muda.