“Sudah terantuk baru tengadah” adalah peribahasa yang menggambarkan sikap manusia yang sering kali hanya beringat selepas mengalami kesusahan. Dalam hal kesihatan, ramai yang tidak memberi perhatian kepada penjagaan kesihatan sehingga jatuh sakit. Fenomena ini dapat dilihat dalam masyarakat kita hari ini, di mana ramai yang hanya mula mengubah gaya hidup setelah mengalami masalah kesihatan. Peribahasa ini mengingatkan kita bahawa adalah lebih baik untuk mengambil langkah proaktif daripada menyesali tindakan yang telah diambil
3 JENIS KANSER SELALU MENYERANG WANITA
Kanser Payudara
Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang banyak menyerang wanita di seluruh dunia. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh tak terkendali di jaringan payudara.
Gejala:
– Benjolan di payudara.
– Perubahan bentuk atau ukuran payudara.
– Cairan tidak normal dari puting.
– Kulit payudara tampak kemerahan atau berkerut.
Pencegahan:
Memeriksa payudara sendiri (SADARI) setiap bulan, mammografi rutin bagi wanita di atas 40 tahun, menjaga pola makan sehat, dan rutin berolahraga.
Kanser serviks
Kanser serviks atau HPV adalah jenis-jenis kanser yang paling biasa boleh berlaku dalam kalangan wanita. Kanser ini bermula di pembukaan antara faraj dan rahim. Kanser serviks biasanya berlaku dalam kalangan wanita berumur 14 dan 44 tahun. Antara tanda anda mengalami kanser serviks adalah:
- Sakit semasa melakukan hubungan seks
- Pendarahan luar biasa bahagian faraj
- Saki bawah abdomen/pelvis
Dapatkan rundingan daripada pakar ginekologi jika anda mengalami simptom seperti di atas.
Kanser ovari
Kanser ovari adalah pertumbuhan abnormal di dalam ovari. Ia biasanya berlaku di kalangan wanita berusia 40-an ke atas dan memuncak di kalangan umur 55 ke 60 tahun. Kanser ini terjadi akibat sejarah keluarga atau perubahan gen yang diwarisi. Antara perkara yang meningkatkan risiko kanser ovari adalah:
- Pengambilan ubat hormon
- Menghisap rokok
- Berat badan berlebihan
Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan di mana jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim berkembang di luar rahim. Penyakit ini sering menyebabkan nyeri haid yang hebat dan dapat mengganggu kesuburan.
Gejala:
– Nyeri saat menstruasi dan berhubungan intim.
– Menstruasi berat dan tidak teratur.
– Sulit hamil.
– Nyeri di bahagian bawah perut
Pencegahan:
Meskipun tidak dapat dicegah sepenuhnya, gejala endometriosis bisa dikurangi dengan terapi hormon, olahraga, dan pola makan seimbang.
Osteoporosis
Osteoporosis adalah keadaan tulang reput yang lebih banyak terjadi pada wanita, terutama setelah menopause. Penurunan kadar estrogen membuat tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah.
Penyakit Tiroid
Wanita lebih rentan terhadap gangguan tiroid, baik hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) mahupun hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif). Ini dipicu oleh perubahan hormonal, terutama saat hamil atau menopause.
Depresi dan Gangguan Kecemasan
Secara statistik, wanita dua kali lebih mungkin mengalami depresi dan gangguan kecemasan dibanding lelaki. Ini dipengaruhi oleh fluktuasi hormon serta tekanan sosial dan emosional.
Gejala:
– Sedih berkepanjangan.
– Hilang minat terhadap aktivitas.
– Gangguan tidur.
– Merasa tak berharga.
Pencegahan:
Kurangkan stress, pola tidur sihat, aktif berolahraga, serta dukungan sosial dan profesional.
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Wanita lebih mudah terkena ISK kerana saluran kemih mereka lebih pendek dibanding pria sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih.
Minum air putih cukup, buang air kecil setelah berhubungan seksual, dan menjaga kebersihan area genital.
Sumber: Cancer Society
