AGAMA

5 BULAN YANG BAIK MENIKAH MENURUT ISLAM

Bulan Syawal

 Dalam agama Islam, ternyata ada lima bulan yang baik untuk menikah. Salah satunya yang dianjurkan yakni, Bulan Syawal. 

Keutamaan menikah di Bulan Syawal selain mengikuti sunnah Rasulullah, juga menggenapkan agama. Sayyidatina Aisyah radhiyallahu’anha berkata; تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي  “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawwal dan berkumpul denganku pada bulan Syawwal, maka siapa di antara isteri-isteri beliau yang lebih beruntung dariku?” ( HR Muslim no. 2551, At-Tirmidzi no. 1013, An-Nas.”

Di dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menikahkan, menikah, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal.” Dalam kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menikahi Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua Id (bulan Syawal termasuk di antara Idulfitri dan Iduladha

Bulan Dzulqa’dah mereka khawatir akan terjadi perceraian. Mereka beranggapan bahawa unta betina mengangkat ekornya (syaalat bidzanabiha) pada bulan Syawal. Ini adalah tanda unta betina tidak mahu dan enggan untuk menikah, sebagai tanda juga menolak unta jantan yang mendekat. 

Bulan Syawal dijadikan waktu disunahkannya menikah ditujukan untuk menghilangkan kepercayaan orang-orang Arab Jahiliyah yang menganggap bahwa pernikahan di bulan Syawal adalah sebuah kesialan dan akan berujung dengan perceraian. Sehingga para orang tua atau wali tidak ingin menikahi puteri-puteri mereka begitu juga para wanita tidak mahu dinikahi pada bulan tersebut. Untuk menghilangkan kepercayaan menyimpang tersebut, pernikahan di bulan Syawal pun dijadikan sebagai ibadah, sebagai sunnah Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam.  

Hadis di atas pun dijadikan sebagai anjuran untuk menikah dan menikahkan di bulan Syawwal, mematahkan keyakinan atau anggapan sial terhadap sesuatu yang bisa menjerumuskan seseorang kepada kesyirikan. Rasulullah SAW juga sangat membenci Thiyarah atau berkeyakinan sial akan hari, bulan, atau peristiwa tertentu. Sehingga adanya larangan untuk melaksanakan suatu perencanaan di waktu-waktu tersebut kerana dikhawatirkan akan membawa pengaruh buruk. 

Bulan Muharram

Sama dengan bulan Syawal, bulan Muharram sebelumnya juga dikatakan sebagai bulan yang akan mendatangkan ketidak harmonian untuk melangsungkan pernikahan. Namun ini tidak memiliki landasan agama yang jelas. Rasulullah SAW melangsungkan pernikahan di bulan Muharram dengan Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan. 

Bulan Safar

Keistimewaan bulan Safar adalah tepat di bulan inilah Rasulullah SAW menikahkan puterinya, Fatimah. Ini adalah puteri Rasulullah SAW dengan Khadijah. Rasulullah SAW sangat menyayangi Fatimah. Setiap kali selesai bepergian, Rasulullah SAW akan menemui Fatimah terlebih dahulu baru kemudian menemui istri-istrinya. Maka hari pernikahan Fatimah, adalah salah satu hari istimewa untuk Rasulullah SAW.                  

Bulan Rabiul Awal

Pada kalender Islam, ini adalah bulan kelahiran Rasulullah SAW. Bulan ini juga Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah Binti Khuwailid, tepatnya pada 10 Rabiul Awal.

Related posts

Rasulullah SAW Sebagai Ahli Politik Dan Pemimpin

admin

‘The Only Living Sahabi’, Pohon Ini Pernah Menaungi Rasulullah SAW

adminwm

Mas Kahwin Wajib, Jenis Mahar dan Kadarnya

adminwm

Leave a Comment