AGAMA

Anda Tahu Siapa Anda Sebenarnya?

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Anda rasa anda kenal siapa anda dan anda percaya anda ada identiti sendiri.

Meskipun demikian, jarang sekali kita benar-benar mengerti dan mengenal siapa dirinya sebenarnya dan untuk tujuan apa ia hidup di dunia, apakah hanya sebatas untuk makan, minum, tidur atau mencari wang sahaja.

Pentingnya Mengenal Diri Sendiri

Semua manusia yang ada di dunia ini tentu mengetahui siapa namanya, di mana ia tinggal dan dari kota mana ia berasal, di mana ia dilahirkan dan lain sebagainya, tetapi tidak banyak yang memikirkan siapa dirinya yang sesungguhnya dan apa tujuannya hidup di dunia dan apa yang dilakukan setelah nanti ia tiada.

Kebanyakan manusia saat ini tidaklah begitu mengenal jati dirinya yang sebenarnya, padahal rasul sendiri mengingatkan bahawa mengenal diri sendiri adalah langkah pertama dalam mengenal Allah SWT sebagai Tuhan seluruh alam (baca kisah tauladan Nabi Muhammad SAW dan keutamaan cinta kepada Rasulullah SAW bagi umat muslim). Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis berikut ini:

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ رَبَّهُ فَسَدَ جَسَدَهُ

“Barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya dan barang siapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah (fana) dirinya.

Daripada hadis tersebut kita bisa mengetahui bahawa mengenal diri sendiri sangatlah penting bagi manusia kerana dengan mengenal dirinya sendiri sebagai manusia ciptaan Allah SWT, ia dapat mengenal Tuhannya atau penciptanya tersebut yakni Allah SWT. (Baca manfaat beriman kepada Allah SWT)

Jati Diri Manusia

Sebelum mengenal dirinya dengan baik seorang manusia khususnya muslim perlu mengetahui unsur-unsur yang menyusun dirinya, daripada apakah ia dibentuk dan apa saja yang ada pada dirinya. Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan dua jenis unsur yakni unsur fizik atau jasmani dan unsur rohani yakni jiwa atau roh. (Baca juga kecantikan wanita dalam islam)

Jasmani atau Fizik

Unsur Jasmani atau fizik adalah tubuh di mana jiwa seorang manusia hidup. Dengan fiziknyalah manusia melakukan segala aktiviti di dunia dan ia dikenali juga daripada bentuk fizik dan rupanya. Allah SWT sendiri telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk dan lebih baik dibandingkan dengan makhluk lainnya sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini:

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS At Tin : 4)

Allah menciptakan manusia lengkap dengan jasadnya agar seorang manusia bisa dikatakan sebagai manusia kerana tubuh atau raga tersebut adalah tempat di mana jiwa akan tinggal. Sementara setelah seseorang mati dan jiwanya meninggalkan tubuh maka jasadnya tidak lagi berguna bagi dirinya. (Baca hukum ziarah kubur dan tatacara ziarah kubur)

Rohani atau Jiwa

Manusia tidak disebut manusia jika ia tidak memiliki jiwa sehingga raga tanpa jiwa tidaklah berarti. Dengan demikian jiwa seorang manusia adalah sesuatu yang diciptakan Allah SWT untuk mendiami raga dan jiwa yang mengendalikan hati dan fikiran seseorang (baca penyakit hati dalam Islam dan ubat hati dalam Islam).  Allah SWT meniupkan roh saat seorang manusia masih berada dalam kandungan ibunya sebagaimana disebutkan dalam firman berikut ini (baca manfaat membaca al-Quran bagi ibu hamil)

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (QS Al Hijr : 29)

Cara Mengenal Diri Sendiri

Setelah mengetahui pentingnya mengenal diri sendiri maka seorang muslim selayaknya mentadaburi atau mendalami cara mengenal diri sendiri dalam rangka mengenal Allah SWT dan mengetahui tujuan hidupnya. Adapun cara mengenal diri sendiri dalam Islam bisa dilakukan dengan cara berikut ini (baca tujuan penciptaan manusia)

  • Mengamati Diri Sendiri

Seorang manusia hendaknya memperhatikan dirinya sendiri dan merenungi tujuan hidupnya dan mengetahui untuk apa ia diciptakan. Dengan mengamati dirinya sendiri seorang manusia bisa merasakan bahawa dalam dirinya ada jiwa yang bernaung dan tubuh adalah tempat di 

mana jiwa tersebut tinggal. Selayaknya seorang muslim juga bisa memanfaatkan segala anggota tubuhnya untuk melaksanakan kewajibannya kepada Allah SWT.

  • Mengetahui Hakikat Penciptaannya

Manusia diciptakan dengan suatu tujuan dan hakikat tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan mengabdi diri kepada Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam firman Allah berikut ini (baca tujuan hidup dalam Islam dan hakikat penciptaan manusia)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)

  • Bersyukur Kepada Allah SWT

Dengan mensyukuri nikmat Allah SWT seorang manusia dapat mengenali dirinya dengan baik dan mengenal Allah SWT. Seseorang yang mensyukuri nikmat Allah tentunya akan senantiasa menyedari bahawa dirinya tidak memiliki apa-apa dan segala yang ia miliki adalah milik Allah SWT. Perintah untuk mensyukuri nikmat Allah tersebut dijelaskan dalam ayat al-Quran berikut:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih.” (QS Ibrahim : 7)

  • Mengetahui Peranan dan Kedudukannya

Allah SWT menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi. Dengan demikian, seorang manusia yang mengenal dirinya senantiasa mengingat peranan dan kedudukannya di muka bumi sebagai khalifah atau pemimpin setidaknya bagi dirinya sendiri. Dengan mengingat peranannya sebagai khalifah maka ia bisa memperlakukan orang lain dan alam sekitarnya dengan baik dan menjaga segala sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT (baca konsep penciptaan manusia dan hakikat manusia menurut Islam)

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Qs Al Baqarah: 30)

Manusia terutama muslim yang baik tentunya senantiasa berusaha untuk mengenal dirinya sendiri dan mengenal Tuhannya yakni Allah SWT. Semoga Bermanfaat.

Rujukan Islam.com
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][thb_gap height=”40″][/vc_column][/vc_row]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button